Daun Salam

Daun Salam :

Daun SalamTumbuhan ini sanggup ditemukan dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian 1.800 meter di atas permukaan laut. Selain daun yang digunakan sebagai bumbu, kulit pohonnya biasa digunakan sebagai materi pewarna jala atau anyaman bambu. Perbanyakan flora ini sanggup dilakukan dengan biji, cangkok, atau stek.

Pohon berukuran sedang, mencapai tinggi 30 m dan gemang 60 cm. Pepagan (kulit batang) berwarna coklat abu-abu, memecah atau bersisik.

Ciri-ciri Daun Salam yaitu Daun tunggal terletak berhadapan, dengan tangkai hingga 12 mm. Helai daun berbentuk jorong-lonjong, jorong sempit atau lanset, 5-16 x 2,5-7 cm, gundul, dengan 6-11 urat daun sekunder, dan sejalur urat daun intramarginal nampak terperinci bersahabat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus.
Tumbuhan ini sanggup ditemukan dari dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian   Daun Salam
Salam
Daun Salam mempunyai banyak nama :
Orang Melayu menyebutnya ubar serai
Orang Sunda, Jawa dan Madura menyebutnya Salam
Orang Kangean menyebutnya kastolam
Orang Jawa menyebutnya manting
Orang Sumatera menyebutnya meselengan
Sedangkan Nama ilmiahnya yaitu Syzygium polyanthum

Daun Salam diantaranya untuk mengatasi asam urat, stroke, kolesterol tinggi, melancarkan peredaran darah, radang lambung, diare, gatal-gatal, kencing manis, dan lain-lain. Kandungan kimia yang dikandung flora ini yaitu minyak atsiri, tannin, dan flavonoida. Bagian pohon yang sanggup dimanfaatkan sebagai obat yaitu daun, kulit batang, akar, dan buah.

Salam serta Cara Pemakaiannya :

  • Mengatasi asam urat yang tinggi, 10 lembar daun salam direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian airnya diminum selagi hangat.
  • Mengatasi stroke, 10 lembar daun salam dan 50 gram jantung pisang dibentuk kuliner sesuai selera kemudian dimakan.
  • Bagi penderita kolesterol tinggi, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun ceremai direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian arinya diminum secara teratur. Untuk melancarkan peredaran darah, 7 lembar daun salam dan 30 gram daun tuhan segar direbus dengan 700 cc air hingga tersisa 350 cc. Lalu ramuan disaring dan diminum sebanyak dua kali sehari.
  • Mengatasi radang lambung, 30 gram daun salam, 30 gram sambiloto kering, dan gula kerikil secukupnya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Kemudian airnya diminum untuk dua kali sehari. Lakukan secara teratur.
  • Untuk obat diare, 7 lembar daun salam direbus dengan 200 cc air selama 15 menit, tambahkan garam secukupnya. Setelah hambar disaring kemudian airnya diminum. Ramuan lainnya, 7 lembar daun salam, 10 lembar daun jambu biji, 10 gram jahe, dan 1 buah kulit delima putih, dicuci higienis kemudian ditumbuk halus. Tambahkan 200 cc air matang, disaring, kemudian diminum.
  • Mengatasi gatal-gatal, daun atau kulit batang atau akar dicuci higienis kemudian digiling hingga halus. Tambahkan minyak kelapa secukupnya, kemudian balurkan pada bab yang sakit.
  • Sebagai obat kencing manis, 7 lembar daun salam dan 30 gram sambiloto direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Setelah hambar disaring kemudian diminum untuk dua kali sehari.

No comments

Powered by Blogger.